infopaytren.com
Tampilkan postingan dengan label ARSITEKTUR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARSITEKTUR. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Juni 2013

Sistem Struktur untuk teori Arsitektur

Heinz Frick dan LMF. Purwanto, membagi sistem struktur menjadi:
1. Struktur kabel dan balon yang hanya mengalami gaya tarik
Yakni menggunakan bahan yang lentur (kabel), tenda (jaringan kabel), atau yang elastis (balon) untuk gaya tarik saja.
2. Struktur rangka batang dalam bidang maupun dalam ruang
Struktur batang yang hanya menerima gaya tekan atau gaya tarik saja karena penampang lintang terbatas. Yang termasuk kelompok ini antara lain rangka batang yang datar, rangka batang yang dilipat, dan rangka batang dalam ruang.
3. Struktur bangunan berbentuk balok, pelat dinding, dan portal
Bidang struktur bangunan yang berdiri tegak dalam bentuk balok, pelat dinding atau portal dan yang menerima gaya dalam arah bidang saja. Yang termasuk kelompok ini antara lain balok tunggal, pelat dinding, pelat portal.
4. Struktur bangunan pelat lantai, pelat lipat, dan cangkang
Yaitu struktur bangunan berbentuk pelat yang berbaring dan yang menerima beban dalam arah sejajar maupun berlawanan arah bidang tersebut.
5. Struktur bangunan vertikal dan gaya tekan
Struktur bangunan yang kaku dan kukuh dengan menerima beban vertikal dengan perhatian atas gaya geser, puntir dan tekukan maupun momen jepitan dan sebagainya. Yang termasuk kelompok ini antara lain struktur dengan gaya tekan, struktur dengan gaya geser, dan struktur dengan gaya puntir.
Struktur bangunan berpengaruh pada masalah teknik dan estetika termasuk pembentukan ruang. Persoalan teknik adalah kekokohan gedung terhadap pengaruh luar maupun beban sendirinya yang bisa mengakibatkan perubahan bentuk atau bahkan robohnya gedung. Persoalan estetika merupakan persoalan arsitektur yang agak sulit ditentukan yaitu keindahan gedung secara keseluruhan, serta kualitas arsitektur. Struktur akan menentukan pembagian ruang-ruang dalam bangunan dan juga membentuk ruang luar dan ruang dalam.
Bahan struktur utama menggunakan beton bertulang, sehingga dapat menggunakan besi beton polos dan besi ulir hasil produksi sendiri, sedangkan cor betonnya dilakukan dengan pemilihan bahan di pasaran. Untuk bahan finishing digunakan bahan yang selain estetis namun juga paling tidak berfungsi untuk keawetan sistem struktur utama (pelindung).

Selengkapnya mengenai teori Arsitektur dan AC bisa dilihat disini

Minggu, 16 Juni 2013

Jenis-Jenis Sistim AC untuk teori Arsitektur

a. Self Contained Unit
Digunakan pada ruang kecil atau terbatas, semua unit berada pada satu bagian

b. Split (terpisah)
Digunakan pada ruang-ruang yang terpisah lokasinya atau mempunyai lokasi penghunian terpisah. Dapat terdiri dari dua bagian atau lebih (kondensor unit atau sisi panas terpisah dengan evaporator unit atau sisi dalam)

c. Central
Digunakan untuk ruang besar atau bangunan tinggi dan bangunan yang memerlukan pengkondisian udara dalam jumlah besar. Kapasitas mesin lebih besar dari 3 pk, terdiri dari: mesin pendingin (refrigerator unit)/chiller; unit pengolah udara (A.H.U.); cerobong udara (ducting); dan diffuser.

Dalam pemilihan pemakaian AC yang perlu diperhatikan adalah kapasitas mesin sekecil mungkin dengan pengoperasian yang sesingkat mungkin. Untuk itu harus memperhatikan hal-hal berikut: pemilihan sistem AC yang tepat; mempertimbangkan keterkaitan antara bentuk arsitektural dengan instalasi AC yang dipakai; mempertimbangkan bahan bangunan yang dipakai; memberikan alternatif penghematan energi dengan menggunakan sistim komputer atau otomatis.

Selengkapnya tentang teori Arsitektur bisa dilihat disini

Sistem Air Kotor dan Air Kotoran dalam teori Arsitektur

Sistem Air Kotor
Air kotor adalah air bekas pakai yang sudah tidak memenuhi syarat kesehatan lagi dan dibuang agar tidak menimbun wabah penyakit. Pada sistem pembuangan air kotor meliputi alat pembuangan misalnya wastafel, kran-kran cuci, kamar mandi, dan dapur, saluran air kotor tertutup dan terbuka, bak kontrol dan resapan. Selain itu ada juga jenis air kotor yang memerlukan penanganan tersendiri, yaitu air hujan. Pada air hujan, komponen yang diperlukan adalah atap, talang datar, talang vertikal, saluran, dan bak kontrol. Air hujan biasanya langsung dialirkan ke riol kota.
Air kotor dari bak mandi dan wastafel biasanya dapat langsung disalurkan ke riol kota, namun yang dari dapur seharusnya masuk ke resapan, karena mengandung endapan dan lemak.


Sistem Air Kotoran
Untuk kotoran dari WC tidak boleh dijadikan satu dengan air kotoran dari tempat lain, karena harus dimasukkan kedalam septiktank dan diteruskan ke resapan. Semua saluran yang digunakan adalah saluran tertutup yang kedap air. Kotoran dari WC disalurkan ke septiktank untuk dihancurkan dan diendapkan. Dari septiktank, air yang meluber disalurkan ke resapan untuk meresapkan air setelah meninggalkan kotoran di septiktank.

WC (Water Closed) adalah sistem penampungan kotoran langsung dari manusia yang membuang hajat/kotoran dengan menggunakan air sebagai sistem penutupannya. Air digunakan untuk menutup saluran agar bau yang masuk ke lubang WC bersama kotoran tidak keluar.
Saluran untuk air kotoran harus benar-benar kedap agar tidak mencemari tanah/lingkungan. Septiktank adalah tempat untuk menghancurkan kotoran dan mengendapkan kotoran atau lumpur, sedangkan air yang tersisa disalurkan ke resapan untuk diresapkan ke tanah.

Selengkapnya tentang teori Arsitektur bisa dilihat disini

Rabu, 05 Desember 2012

Besi Beton

Besi Beton

by Belajar Berbagi
Selengkapnya di: http://steel.omasae.com/2012/12/besi-beton.html Dalam pembuatan gedung bertingkat, jembatan, atau jenis bangunan yang lainnya, banyak menggunakan besi beton sebagai salah satu bahannya. Di Indonesia, besi beton juga telah lama dikenal. Saat ini telah banyak pabrik besi beton yang berdiri dan beroperasi memproduksi ribuan ton besi beton untuk keperluan pembangunan itu. Besi beton pun telah menjadi salah satu [...]

Minggu, 14 November 2010

Teori Perpindahan Panas: Konduksi, Konveksi, Evaporasi, Radiasi

Ada empat cara pemindahan panas yakni: 
a. Konduksi
Konduksi ialah pemindahan panas yang dihasilkan dari kontak langsung antara permukaan-permukaan benda. Konduksi terjadi hanya dengan menyentuh atau menghubungkan permukaan-permukaan
yang mengandung panas. Setiap benda mempunyai konduktivitas termal (kemampuan mengalirkan panas) tertentu yang akan mempengaruhi panas yang dihantarkan dari sisi yang panas ke sisi yang lebih dingin. Semakin tinggi nilai konduktivitas termal suatu benda, semakin cepat ia mengalirkan panas yang diterima dari satu sisi ke sisi yang lain.
b. Konveksi
Pemindahan panas berdasarkan gerakan fluida disebut konveksi. Dalam hal ini fluidanya adalah udara di dalam ruangan.
c. Evaporasi (penguapan)
Dalam pemindahan panas yang didasarkan pada evaporasi, sumber panas hanya dapat kehilangan panas. Misalnya panas yang dihasilkan oleh tubuh manusia, kelembaban dipermukaan kulit menguap ketika udara melintasi tubuh.
d. Radiasi.
Radiasi ialah pemindahan panas atas dasar gelombang-gelombang elektromagnetik. Misalnya tubuh manusia akan mendapat panas pancaran dari setiap permukaan dari suhu yang lebih tinggi dan ia akan kehilangan panas atau memancarkan panas kepada setiap obyek atau permukaan yang lebih sejuk dari tubuh manusia itu. Panas pancaran yang diperoleh atau hilang, tidak dipengaruhi oleh gerakan udara, juga tidak oleh suhu udara antara permukaan-permukaan atau obyek-obyek yang memancar, sehingga radiasi dapat terjadi di ruang hampa.
Jumlah keseluruhan panas pindahan yang dihasilkan oleh masing-masing cara hampir seluruhnya ditentukan oleh kondisi-kondisi lingkungan. Umpamanya, udara yang jenuh tak dapat menerima kelembaban tubuh, sehingga pemindahan panas tak dapat terjadi melalui penguapan. Pengondisian suatu ruang seharusnya meningkatkan laju kehilangan panas bila para penghuni terlalu panas dan mengurangi laju kehilangan panas bila mereka terlalu dingin. Tujuan ini tercapai dengan mengolah dan menyampaikan udara yang nyaman dari segi suhu, uap air (kelembaban), dan velositas (gerak udara dan pola-pola distribusi). Kebersihan udara dan hilangnya bau (melalui ventilasi) merupakan kondisi-kondisi kenyamanan tambahan yang harus dikendalikan oleh sistem penghawaan buatan.
.