infopaytren.com
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Februari 2014

Sistem Sosial dan Pergaulan pria-wanita

Perbedaan anzhimah al-mujtama‘ (sistem sosial) dan an-nizhâm al-ijtimâ‘î (pergaulan pria-wanita)

Banyak orang berlebihan menggunakan istilah an-nizhâm al-ijtimâ‘î untuk menyebut seluruh peraturan kehidupan bermasyarakat. Penggunaan istilah ini salah. Istilah yang lebih tepat untuk menyebut peraturan kehidupan bermasyarakat adalah anzhimah al-mujtama‘ (sistem sosial). Sebab sistem ini hakikatnya mengatur seluruh interaksi yang terjadi dalam suatu masyarakat tertentu tanpa memperhatikan ada-tidaknya aspek ijtimâ‘ (pergaulan/pertemuan pria-wanita). Dalam sistem sosial, tidaklah diperhatikan adanya ijtimâ‘, karena yang dilihat hanyalah interaksi-interaksi yang ada. Dari sini, muncullah berbagai macam peraturan (sistem) yang bermacam-macam sesuai jenis dan perbedaan interaksinya, yang mencakup aspek ekonomi, pemerintahan, politik, pendidikan, pidana, mu’amalat, pembuktian, dan lain sebagainya. Dengan demikian, penggunaan istilah an-nizhâm al-ijtimâ‘î untuk menyebut sistem sosial tidaklah beralasan dan tidak sesuai dengan fakta. Lebih dari itu, kata al-ijtimâ‘î adalah kata sifat bagi sistem (nizham). Pengertiannya, sistem tersebut dibuat hendaknya untuk mengatur berbagai problem yang muncul dari ijtimâ‘ (pergaulan/pertemuan pria-wanita) atau berbagai interaksi (‘alaqah) yang timbul dari ijtimâ‘ tersebut.

Pergaulan (ijtima’) seorang pria dengan sesama pria atau seorang wanita dengan sesama wanita tidak memerlukan peraturan. Sebab, pergaulan sesama jenis tidak akan .....

Sistem Pergaulan Pria - Wanita

Dua Golongan Ekstrim dalam Sistem Pergaulan Pria - Wanita

Atas dasar inilah, an-nizhâm al-ijtimâ‘î didefinisikan sebagai sistem yang mengatur pergaulan pria dan wanita atau sebaliknya serta mengatur hubungan/interaksi yang muncul dari pergaulan tersebut dan segala sesuatu yang tercabang dari hubungan tersebut. Pemahaman masyarakat, lebih-lebih kaum Muslim, terhadap sistem pergaulan pria wanita (an-nizhâm al-ijtimâ‘î) dalam Islam mengalami kegoncangan dahsyat. Pemahaman mereka amat jauh dari hakikat Islam, dikarenakan jauhnya mereka dari ide-ide dan hukum-hukum Islam. Kaum Muslim berada di antara dua golongan. Pertama, orang-orang yang terlalu melampaui batas (tafrith), yang beranggapan bahwa termasuk hak wanita adalah berdua-duaan (berkhalwat) dengan laki-laki sesuai kehendaknya dan keluar rumah dengan membuka auratnya dengan baju yang dia sukai. Kedua, orang-orang yang terlalu ketat (ifrath), yang tidak memandang bahwa di antara hak wanita ialah melakukan usaha perdagangan atau pertanian. Mereka pun berpandangan bahwa wanita tidak boleh bertemu dengan pria sama sekali, dan bahwa seluruh badan wanita adalah aurat termasuk wajah dan telapak tangannya.

Karena adanya sikap dua golongan ini, yakni yang ...

Selengkapnya ...

Pengaruh Peradaban Barat dalam Pergaulan Pria Wanita dan Solusinya

Dikhawatirkan rumah tangga Islam akan kehilangan identitas keislamannya dan kehilangan kecemerlangan pemikiran Islam serta terjauhkan dari penghormatan akan hukum-hukum dan pandangan-pandangan Islam. Penyebab kegoncangan pemikiran dan penyimpangan pemahaman dari kebenaran ini, adalah serangan dahsyat atas kita yang dilancarkan oleh peradaban Barat. Peradaban Barat benar-benar telah mengendalikan cara berpikir dan selera kita sedemikian rupa, sehingga mengubah pemahaman (mafahim) kita tentang kehidupan, tolok-ukur (maqayis) kita terhadap segala sesuatu, dan keyakinan (qana’at) kita yang telah tertancap di dalam jiwa kita, seperti ghîrah (semangat) kita terhadap Islam atau penghormatan kita terhadap tempat-tempat suci kita. Kemenangan peradaban Barat atas kita telah merambah ke seluruh aspek kehidupan, termasuk aspek pergaulan pria wanita.
Semua ini terjadi karena pada saat peradaban Barat muncul di negeri-negeri kaum Muslim dan tampak pula produk-produk fisiknya (madaniyah) serta keunggulan materialnya, banyak mata kaum Muslim yang silau. Mereka pun bertaklid pada produk-produk fisiknya dan berusaha mengadopsi peradaban ini karena produk-produk fisik yang menunjukkan kemajuan ini telah dihasilkan oleh pemilik peradaban Barat yang memang selalu mempropaganda peradabannya itu. Karena itulah, kaum Muslim kemudian bertaklid pada peradaban Barat tanpa membedakan peradaban (hadhârah) Barat dan produk-produk fisiknya (madaniyah).....

Masturbasi dalam Pandangan Psikologi

Seorang pasien pernah datang kepada saya, apakah masturbasi itu menyehatkan?

Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sering diajukan oleh pasien namun biasanya diajukan secara privasi dan tidak mau secara terbuka lantaran tidak mau itu diketahui orang dan dianggap aib.
Kemudian saya jelaskan beberapa hal kepada pasien tersebut, bahwa masturbasi itu menyehatkan secara fisik dan psikis. Lalu kenapa disembunyikan terlalu berlebihan.
Saya katakana pada orang tersebut,  Jika anda adalah seorang mahasiswa atau seorang pekerja kantor, akan ada waktunya dimana anda akan mempunyai perasaan terhadap pasangan. Dan pada titik tertentu secara pandangan fisik anda cenderung ingin melakukan kontak dengan dia lantaran sebagai hasrat manusiawi namun karena belum waktunya melakukan kontak fisik sebelum menikah, kondisi ini mempengaruhi banyak hal terhadap fisik kita
1. Kita cenderung jadi pendiam dan jadi pemuja rahasia, hal ini mendorong kita pada imajinasi seks yang membuat kita ber angan-angan untuk melakukan seks dengan orang tersebut ......
Selengkapnya ....

Masturbasi dalam Islam

Jumat, 26 April 2013

Karya-Karya Besar Pemimpin Besar

Karya-Karya Besar Pemimpin Besar

Baik sebagai muslim maupun non muslim, nasionalis maupun liberalis, sosialis maupun komunis.
Kita semua pasti mengenal pahlawan-pahlawan besar yang memperjuangkan sebuah Ideologi yang mereka yakini sebagai sesuatu kebenaran.
Karena Ideologi memang sebuah gagasan tentang terciptanya sebuah masyarakat yang baik yang sejatinya harus dperjuangkan.
Apalagi jika seorang manusia berjiwa Ideologis, maka semua yang dimilikinya akan diperjuangkan demi Ideologi yang sedang diperjuangkannya.
Sebagai Muslim kita sangat mengenal Rasulullah Muhammad SAW. Dialah Nabi terakhir Allah SWT yang diutus untuk nabi akhir zaman.

Dia pejuang sejati, sebelum diangkat sebagai seorang Rasul dia adalah pribadi yang mandiri karena sudah terbiasa menjadi pengembala domba di tanah mekkah yang terkenal tandus.
Dia seorang pemberani, karena semasa muda dia ikut dalam perang fijar, dimana perang dimenangkan oleh  Mekkah.
Dia adalah seorang yang luar biasa, multi talenta. Umur 25 tahun dia sudah mampu menjadi pribadi yang agung yang begitu dikagumi masyarakatnya. Bahkan Siti Khadijah kepincut dan melamarnya.

Saat Muhammad umur 40 tahun, dia lebih banyak menghabiskan waktu untuk ber tahanuts di gua saur. Tahanuts merupakan tradisi orang-orang mekkah saat itu. Jika mereka menghadapi masalah, atau ingin pemecahan maka mereka akan ber tahanuts.
Saat itu Muhammad diangkat sebagai seorang Rasul

Dia memulai perjuangannya, mulai dakwah sirih d rumah arqam. Dakwah terang-terangan hingga dia mendapat kekuatan dari Hamzah dan Umar bin Khatab.
Kemudian hijrah ke Medinah, memperkuat tatanan politik disana, menciptakan sistem tata negara yang baru sebelum akhirnya dia melakukan fatkhul mekkah atau penaklukan mekkah.

Yang menjadi hal paling luar biasa dan pelajaran bagi kita semua adalah konsistensi gaya hidup Rasulullah.
Sebelum diangkat jadi Rasul dia adalah saudagar kaya dan mapan, setelah jadi Rasul semuanya diberikan buat perjuangan Ideologinya.
Hingga saat Islam merdeka dan kaya pun Rasul masih hidup dalam kesederhanaan karena itu yang dia perjuangkan sejak awal. Dia tidak mau jadi pemimpin yang hanya rela mati saat berjuang, tapi disaat sudah merdeka dia menjadi lalai akan perjuangannya.
Itulah Rasulullah, perjuangannya diawal hingga akhir, tiada yang berubah.
Dari situlah kita belajar menjadi pejuang besar, belajar dari Rasulullah Muhammad SAW.
Pelajaran berharga bagi para pemimpin dan calon pemimpin besar. Terimakasih

Created By Dani Camara


--
Posting oleh Blogger ke Dani Camara pada 4/25/2013 07:41:00 AM

Rabu, 18 November 2009

Kebiasaan Tidur Pagi Ternyata Berbahaya

Muhammad Abduh Tuasikal
Anting Logam ALM04Kita telah ketahui bersama bahwa waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah dan di antara waktu yang kita diperintahkan untuk memanfaatkannya. Akan tetapi, pada kenyataannya kita banyak melihat orang-orang melalaikan waktu yang mulia ini. Waktu yang seharusnya dipergunakan untuk bekerja, melakukan ketaatan dan beribadah, ternyata dipergunakaan untuk tidur dan bermalas-malasan.
Saudaraku, ingatlah bahwa orang-orang sholih terdahulu sangat membenci tidur pagi. Kita dapat melihat ini dari penuturan Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur yaitu bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau rahimahullah mengatakan,
"Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan.
Waktu tidur yang paling bermanfaat yaitu :
[1] tidur ketika sangat butuh,
[2] tidur di awal malam –ini lebih manfaat daripada tidur di akhir malam-,
[3] tidur di pertengahan siang –ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan sore-. Apalagi di waktu pagi dan sore sangat sedikit sekali manfaatnya bahkan lebih banyak bahaya yang ditimbulkan, lebih-lebih lagi tidur di waktu 'Ashar dan awal pagi kecuali jika memang tidak tidur semalaman.
Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuaighonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah (banyak kebaikan)." (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)
BAHAYA TIDUR PAGI [1]
[Pertama] Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur'an dan As Sunnah.
[Kedua] Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush sholih (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.
[Ketiga] Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.
[Keempat] Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya.
Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullahberkata, "Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya." (Miftah Daris Sa'adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.
[Kelima] Menghambat datangnya rizki.
Ibnul Qayyim berkata, "Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit sholat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat." (Zaadul Ma'ad, 4/378)
[Keenam] Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma'ad, 4/222)