Jumat, 26 Februari 2010
Pengangguran, Macam, Sebab, Dampak dan Cara mengatasinya.
Selasa, 09 Februari 2010
: membersihkan jiwa
membersihkan jiwa
Oleh Ahmad Soleh
Allah SWT mengilhamkan kepada jiwa manusia dua jalan, kejahatan dan ketakwaan. ''Dan (demi) jiwa dan penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.'' (QS Asy-Syams [91]: 7-10).
Jiwa manusia laksana air. Akan tetap jernih apabila dirawat dan disucikan. Apa pun yang dimasukkan ke dalam air jernih, dengan mudah bisa dilihat dan dikenali. Namun, akan sulit melihat dan mengenali benda yang dimasukkan dalam air yang hitam pekat.
Jiwa manusia akan menjadi hitam jika kemaksiatan dan perbuatan dosa terus dilakukannya. Pada jiwa seperti ini, penyakit hati mulai menjangkiti. Iri, dengki, dan serakah mulai tumbuh. Jiwa ini sulit ditembus cahaya dan petunjuk Allah disebabkan pekatnya kotoran dosa.
Akibatnya, jiwa tidak bisa membedakan lagi mana jalan yang diperintahkan dan jalan yang terlarang. Semua dianggapnya sama.
Jalan kefasikan dinilainya tidak berdosa jika dilalui, sedangkan jalan kebaikan dinilainya sia-sia untuk dilakukan. Orang-orang yang berjiwa demikian tidak akan bisa merasakan keikhlasan, kesabaran, dan lapang dada.
Adapun jiwa yang dihiasi ketaatan serta amalan saleh akan menjadi lebih bersih, sehat, dan segar. Cahaya dan petunjuk Ilahi akan tembus meresap dan mengendap dalam relungnya. Jiwa ini akan lebih mudah membaca dan menyimpulkan setiap isyarat di hadapannya dan ayat alam di sekelilingnya. Ia punya prasangka baik (husnuzhan) kepada Allah, optimistis dan lapang dada.
Banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membersihkan jiwa. Di antaranya dengan berzikir, membaca Alquran, dan shalat. Dzikrullah yang dibarengi pengenalan tentang zat Allah (ma'rifatullah) akan mengundang kepasrahan kepada Allah dan syariah-Nya, sehingga jiwa menjadi tenang (QS Ar-Ra'du [13]: 28), dan hatinya bergetar karena rasa takut dan berharap kepada-Nya (QS Al-Anfal [8]: 2).
Selanjutnya, membaca Alquran yang disertai pendalaman kandungannya akan meningkatkan keimanan pembacanya dan menambah kecintaan kepada bacaan mulia ini. Juga, menjadi pendorong baginya untuk mencintai Zat Yang menurunkan kalam ini.
Adapun shalat merupakan bukti ketundukan seorang hamba kepada Khaliknya. Shalat mengantarkan pelakunya mampu menepis perbuatan keji dan mungkar (QS Al-Ankabut [29]: 45) dalam kehidupan sehari-hari. Di saat kejahatan merebak di masyarakat, pembersihan jiwa hendaknya dilakukan setiap insan Muslim. Oleh karenanya, mari bersihkan jiwa, mulai dari kita sendiri.
Kamis, 28 Januari 2010
Ingin tau bagaimana proses pembuatan product campaign??
Kelas ini menggabungkan teori dan lab komputer, serta menggali proses pengembangan ide, konsep dan eksekusi design, ikuti kelas art direction for advertising hanya 4 Bulan
Daftarkan diri anda!!! Kelas terbatas,,
Start Kelas : 22 Februari 2010
Setiap Hari : Senin & Kamis Jam 19:00 – 22:00 Sabtu 12:00-15:00
Materi : Basic Photoshop & Illustrator, Art direction, Design Principles, Advertising Computer Graphics
IDS | International Design School
Design | Animation | Film | Communication
Tel. (+62 21) 270 ****
Rabu, 20 Januari 2010
Afandi Kusuma invited you to the event "Obral Jilbab http://www.facebook.com/l/;okrek.com"...
Event: Obral Jilbab http://www.facebook.com/l/;okrek.com
What: Retail
Start Time: Today, January 20 at 5:00pm
End Time: Wednesday, March 3 at 8:00pm
Where: http://www.facebook.com/l/1acf7;okrek.com
To see more details and RSVP, follow the link below:
http://www.facebook.com/n/?event.php&eid=293063871180&mid=1c0c2c9G5af330366f19G1121d0G7
Thanks,
The Facebook Team
___
This message was intended for you Want to control which emails you receive from Facebook? Go to:
http://www.facebook.com/editaccount.php?notifications=1&md=ZXZlbnRfaW52aXRlO2Zyb209MTQzMzg3Mjk4ODtlaWQ9MjkzMDYzODcxMTgwO3RvPTEwMDAwMDUzMjQyNjUyMQ==
Facebook's offices are located at 1601 S. California Ave., Palo Alto, CA 94304.
Senin, 18 Januari 2010
1 friend awaiting your response
|
Berkumpul di Hari Ibu (Naskah Drama)
Ibu Shofi: 59 tahun
Sandra: 35 tahun
Nora: 30 tahun
Silvi: 24 tahun
Meila: 20 tahun
Dilla: 8 tahun
Minem: 33 tahun
Latar/Lokasi:
Babak 1: Ruang Keluarga
Babak 2: Ruang Makan
Babak 3: Ruang Keluarga
Babak 1
(Di sebuah ruang keluarga, duduk santai Ibu Shofi, Meila, Silfi, Nora)
Ibu Shofi: Sepertinya jarang ya kita berkumpul seperti ini. Kalian berkumpul di rumah, untuk makan malam bersama, dengan ibumu yang sudah tua renta ini.
Kalian semua terlalu sibuk dengan urusan masing-masing sih.
Hmmmm Jadi… ibu sering sendirian deh di rumah.
Silfi: Tapi sekarang tidak sendiri lagi kan bu?
Kami semua ada di sini menemani ibu.
(mendekat, memeluk dan mencium ibunya)
Ibu Shofi: Mana Bagas, Meila? Dia jadi kesini kan?
Minem: (Masuk membersihkan meja, tanpa bicara apa-apa)
Meila: hmm sepertinya Mas Bagas sedang ada di Batam bu. Tanggung untuk pulang.
Proyeknya masih berjalan setengah.
Ibu Shofi: Anak lima… kok… yang ngumpul cuma tiga…
Kemana lagi tuh si Sandra, jadi kesini tidak. Itu anak kok tidak bisa diatur ya?
Di suruh kuliah tinggi, malah maunya masuk teater. Disuruh kerja yang bener, malah sukanya pentas. (sambil mengelus dada)
Nora: Bu… bu. Jangan seperti itu, Mbak Sandra kan anak ibu juga. Setiap manusia kan punya pilihan sendiri untuk hidupnya. Seperti Mbak Sandra memilih teater untuk menjalani hidupnya.
Minem: Ya, ndoro, barang kali aja, Mbak Sandra itu bisa jadi artis terkenal, masuk tivi.
Silfi: Nem, Nem, ngomong apa kamu itu. Eh, tapi bener juga ya?
Sana Nem, ambilin tasku yang tadi di kamar.
Minem: Nggih. (langsung beranjak masuk)
Ibu Shofi: Lah, bisnismu sekarang gimana Fi?
Maju kan?
Silfi: Alhamdulillah bu. Ada investor yang mau mendanai. Website kita juga banyak pengunjungnya. Jadi pemasarannya sudah sampai ke luar negeri.
Ibu Shofi: Duh, senangnya anakku yang ini berhasil. Jadi ingat almarhum ayahmu. Pasti dia juga bangga.
Tapi kapan kamu nikahnya???.
Nora: Hehe… Silfi sudah punya calon bu, tinggal di ajukan aja ke Ibu.
Iya kan Fi? (Sambil mengedipkan mata ke Silfi)
Silfi: (malu-malu)
Ibu Shofi: Iyo, to Fi?
Ya, aku ikut senang. Udah cepat aja calonmu itu kamu bawa ke sini.
Silfi: Inggih Bu. Tapi Mas Dani sepertinya masih sibuk dengan urusannya.
Insya Allah, setelah semua beres akan aku ajak kesini.
Nora: Oh, kamu sekarang sama Dani toh?
Silfi: (tersipu) ya Mbak.
Ibu Shofi: Dani ya namanya?
Silfi: Mengangguk pelan.
Minem: (masuk) Ini tasnya Mbak (sambil menyerahkan bungkusan ke Silfi)
Silfi: Makasih Nem.
Ibu Shofi: Eh, anakmu tadi kemana Ra?
Silfi: Iya, kemana Dilla tadi?
Nora: Itu di depan sama Meila.
Tidak tahu lah, mereka kok cocok ya? Padahal kan tante sama ponakan.
Dilla…… (berteriak memanggil)
Dilla: (berteriak dari luar) Sebentar bunda, ini masih asyik ni sama tante.
Ibu Shofi: Sudah biarkan saja. Meila memang seperti itu kok Ra. Jiwanya masih jiwa anak-anak.
Silfi: Gimana sih, mbak? kan biasa. Aku juga sering bercanda sama Dilla, dia memang anak yang lucu dan menyenangkan. Aku juga suka sama anakmu itu Mbak.
Minem: Ndoro makanannya sudah siap. Monggo didahar…
Silfi: Ayo bu kita makan…
Ibu Shofi Sebentar Fi, ibu mau menunggu kakakmu Sandra dulu…
Nora: tak usah ditunggu bu… Mbak Sandra sudah bilang tidak bisa datang.
Ibu Shofi: Baiklah…
Silfi: Oh, benarkah Mbak Sandra tidak akan datang?
Nora: Katanya si begitu.
Ibu Shofi, Nora, Silfi, Minem: (menuju ruang makan, disana tersaji berbagai makanan yang telah disiapkan untuk merayakan hari ibu malam itu)
Babak 2
(Di ruang makan, duduk menghadap meja makan, Nora, Ibu Shofi, dan Silfi. Minem merapikan meja dan menyiapkan sajian makanan)
Nora: Nem nem… tolong panggilkan Dilla dan Meila, bilang makanan sudah siap.
Minem: Ya mbak
Nora, Ibu Shofi, Silfi: (terdiam sambil merapikan duduknya)
(Berselang beberapa detik, didepan rumah, tampak minem berbicara ke Dilla dan Meilla yang sejak tadi terlihat asyik ngobrol)
Dilla: Budhe Sandra!!!...... (berteriak didepan rumah sambil berlari menghampiri dan memeluk budhe Sandra)
Meila, Dhilla dan Sandra: (masuk ruang makan bersama Minem dibelakangnya)
Sandra: Malam bu…
Ibu Shofi: (diam sejenak dengan pandangan menyelidiki kearah Sandra)
Kemana saja kau Ndra? Pulang-pulang tanpa salam, lihat adik-adikmu sedari tadi sudah ada disini menemani ibu.
Nora: Dilla sini nak… (Memanggil Dilla sambil menyuruhnya duduk disebelah)
Dilla: Baju budhe bagus ya ma… (dengan suara pelan)
Nora: iya sayang…
Sandra: Dilla mau? Nanti budhe belikan ya (sambil tersenyum simpul kearah Dilla)
Ibu Shofi: Sandra, jangan mengalihkan perhatian jawab, pertanyaan ibu tadi. (dengan nada tegas)
Sandra: Maaf bu…
Assalamualaikum.
Semua: Waalaikum salam.
Sandra: Tadi ada pentas di Galerinya mas Dafa. Maaf hanya aku saja yang kemari, mas Dafa masih sibuk membereskan semua barang-barang seni nya, Mas Dafa ingin sekali bertemu dengan ibu tapi keadaan yang tidak bisa kompromi (sambil menunduk)
Ibu Shofi: Kalian berdua… Ada saja alasan. Cucuku mana Ndra? (dengan nada geram)
Sandra: Iya, Fian dan Nando ikut ayahnya beres-beres galeri.
Ibu Shofi: Setiap kali kesini, cucuku tak pernah kau ajak.
Kenapa Ndra. Malu kau punya ibu seperti ini?
Nora: Ya, mungkin tidak ada waktu yang tepat bu. Jangan salahkan Mbak Sandra.
Ibu Shofi: Kalian selalu saja membela Sandra.
Meila: Ibu… sudahlah… sekarang yang terpenting mbak Sandra sudah disini, meski tanpa Mas Bagas, Mas Dafa dan Mas Hari, kita bisa berkumpul disini khan (sambil membelai tangan ibunya)
Silfi: Bu… makanannya kalau dingin tak akan enak untuk dimakan. Fian dan Nando, juga sudah bertemu ibu kan, lebaran kemarin.
Ibu Shofi: Iya, aku hanya rindu dengan cucuku yang ganteng-ganteng itu.
Hmmm baiklah… maafkan ibu kalian ini ya… baiklah kita mulai saja makan malamnya.
Semuanya: Bismillahirahmanirahim
(Mereka semua makan malam dengan suasana yang sudah mulai mencair, tak ada ketegangan lagi diantara Sandra dan Bu Shofi)
***
Babak 3
(Di ruang tengah setelah mereka selesai makan malam. Ibu duduk di kursi yang tersandar didepan meja, sedangkan Silfi, Nora, Minem, Meila dan Dilla duduk di Shofa. Sandra duduk disebelah Ibu Shofi untuk memijat kakinya yang sudah tua).
Ibu Shofi: Ibu ini sudah tua… semakin tua… sudah tak seperti dulu yang mampu merawat kalian semua, yang menyayangi kalian dengan semangat yang tak kenal lelah. Namun kini ibu sudah lemah, lihat… kaki ibu sudah rentah… harusnya kalian mau bergantian menemani ibu, bukan hanya dihari-hari besar saja kalian semua baru kumpul (sambil tertunduk pilu)
Sandra: Bu… maafkan sandra yang selama ini selalu mengecewakan ibu… tak pernah mendengar kata-kata ibu… (sambil memeluk ibu Shofi dan menangis pelan)
Ibu Shofi: Ibumu ini selalu memaafkanmu nak… Ibu selalu mendoakanmu sandra… meski kau mungkin sering lupa dengan ibumu ini (Menangis tersedu-sedu)
Sandra: Aku takkan pernah lupa dengan ibu yang melahirkanku dan merawatku selama ini
Ini hadiah buat ibu (sambil mengambil bingkisan berwarna putih dalam tasnya)
Ibu Shofi: Terima kasih sandra…
Dilla: Nek… ini hadiah untuk Nenek… dan ini hadiah untuk Bunda… (dengan tingkah lucunya)
Ibu Shofi dan Nora: oooh terima kasih sayang….
Meila: Bu aku tak bisa memberikan apa-apa… aku beri ibu ciuman saja ya … (tersenyum sambil mencium pipi ibu shofi)
Dilla: Aku juga mau tante. Untuk Ila mana?
Meila: (langsung menarik Dilla dan menciuminya)
Silfi: Terima kasih bu atas kasih sayangnya selama ini kepada kami semua, ibu tau… Ibu lah yang terbaik dalam hati kami
Ibu Shofi: (menghapus air matanya dan tersenyum)
Alhamdulillah… ya Allah… malam ini begitu indah… Ibu… tak mengharapkan apa-apa dari kalian, bukan harta atau balasan yang ibu cari dan minta dari kalian. Ibu hanya ingin sayangilah ibumu ini nak… sebelum semuanya terlambat
Ibu bangga memiliki kalian semua…
Juga memiliki Minem yang senantiasa membantu ibu dan tak pernah sakit hati bila terkena marah ibu.
Minem: Minem juga sayang sama ndoro… tapi ndoro jangan suka marah ya… nanti tambah tua… banyak senyum aza… ndoro.,… biar awet muda…
Semuanya: Hehhehehe
Dilla: Iya, nenekku masih kelihatan cantik kok. Bahkan sepertinya masih lebih cantik nenek dari bunda.
Nora: Iya, tul. Betul kamu Dilla, nenek memang terlihat cantik kalau selalu tersenyum. Jadi ibu nggak usah sedih ya. Senyum!
Ibu Shofi: Sudah. Nih sudah senyum.
Semua: (tersenyum)
Nora: Oh, ya, Mbak Sandra tadi telpon kalau tidak bisa datang?
Sandra: Ya, memang, tapi aku sempat-sempatin lah. Aku kan juga kangen sama ibu, juga pada kalian.
Silfi: Ih, mbak Sandra bisa kengen juga ya.
Hehehe.
Nora: Tuh, kan Bu. Mbak Sandra juga selalu ingat sama ibu.
Ibu Shofi: (tersenyum)
Sandra: Baiklah bu. Kami semua akan berjanji untuk menemani ibu bergantian.
Benarkan Nora.. Silfi..
Meila: Iya, Mbak Sandra. Iya bu, kami akan menjaga ibu.
Karena kami semua sayang ibu.
Dilla: Dilla juga sayang nenek. I love you grandma.
Ibu Shofi: Alhamdulillah… (tersenyum bahagia)
(Malam itu dilewatkan dengan suka cita yang mengharukan, meskipun Ibu Shofi tidak bisa berkumpul dengan semua anak-anak dan menantunya. Keempat anaknya Sandra, Nora, Silfi, Meila dan cucunya Dilla, sudah membuahkan kebahagiaan yang istimewa di Hari Ibu. Selamat Hari ibu…)
________________________________
Terima kasih pada: dutapulsa, okrek.com, TanyaTugasSekolah
MUDAH - MUDAHAN BERMANFAAT ..
Mohon maaf kalau sudah pernah mendapat informasi serupa
sebelumnya.
Kenalkan saya Rina, mahasiswi salah satu universitas
swasta di Bandung.
Rina pengen berbagi informasi nih buat kita semua,
mudah2an bermanfaat.
Barangkali ada dari rekan2 yg sedang butuh dana/income
dalam jumlah besar..
Rekan2 bisa baca cara mendapatkannya disini (silakan klik
atau copy-paste link berikut ke browser anda):
Iseng2 rina udah coba, dan hasilnya udah lumayan banget
utk ukuran rina (lihat rincian income rina dibawah dan
SCAN BUKU TABUNGAN rina terlampir). Jangan lupa lihat juga
scan/print buku tabungan member lain di link website
diatas (di menu "Kesaksian").
Program ini dijalankan secara online (maya), tapi uang yg
dihasilkan betul2 riil. Ada transaksi, ada produk, logis,
masuk akal, dan tidak ada satu pihak pun yg dirugikan
dalam program ini.. Program ini dijalankan secara LEGAL &
HALAL (penjelasan detail harap baca di websitenya, di menu
"Legal & Halal")
Websitenya ( )
menjelaskan secara lengkap semua hal tentang program ini
sampai sejelas2nya. Mungkin dipahami dulu aja sistem/cara
kerja program ini secara keseluruhan di websitenya.
Sistemnya tidak rumit, mudah sekali dipahami. Rina yakin,
semua uneg2 / pertanyaan2 dari rekan2 pasti akan terjawab
jika membaca semua materi yg ada pada setiap menu di
website tsb. Pastikan rekan2 tidak mengambil
kesimpulan/berkomentar apa2 dulu sebelum betul2 membaca
semua materi yg ada pada setiap menu di website, karena
program5milyar ini unik, berbeda dg bisnis manapun yg
pernah ada.
Rina dulu juga gabung atas ajakan teman yg udah duluan
mendaftar. Tadinya sih rina gak mau berpikir muluk2, asal
bisa balik modal aja udah cukup, lagian kita kan dapat
produk yg nilainya bahkan lebih besar dari yg kita
bayarkan. So, nothing to loose.
Tapi ternyata apa yg rina peroleh sungguh di luar
perkiraan rina. Setelah 8 bulan gabung udah lumayan banget
dapatnya.
Rincian income Rina setelah 8 bulan gabung adalah sbb:
(catatan: semua komisi dibawah ditransfer langsung oleh
member baru ke rekening kita)
Rina dapat "member langsung" sebanyak 17 orang (disebut
member level-1)
=> komisi yg ditransfer ke rekening Rina = 17 x Rp
50.000 = Rp 850.000
Masing2 member level-1 diatas mendapatkan pula member
rata-rata sebanyak 8 orang (disebut member level-2, jumlah
= 8 x 17 = 136 orang)
=> komisi yg ditransfer ke rekening Rina = 136 x Rp
10.000 = Rp 1.360.000
Masing2 member level-2 rata2 mendapatkan member 6 orang
(disebut member level-3, jumlah = 6 x 136 = 816 orang)
=> komisi yg ditransfer ke rekening Rina = 816 x Rp
10.000 = Rp 8.160.000
Masing2 member level-3 rata2 mendapatkan member 4 orang
(disebut member level-4, jumlah = 4 x 816 = 3264 orang)
=> komisi yg ditransfer ke rekening Rina = 3264 x Rp
10.000 = Rp 32.640.000
Masing2 member level-4 rata2 mendapatkan member 3 orang
(disebut member level-5, jumlah = 3 x 3264 = 9792 orang)
=> komisi yg ditransfer ke rekening Rina = 9792 x Rp
50.000 = Rp 489.600.000
Jadi, total komisi yg ditransfer ke rekening Rina (setelah
8 bulan gabung):
= 850.000 + 1.360.000 + 8.160.000 + 32.640.000 +
489.600.000
= Rp 532.610.000,-
Bagaimana dana tsb bertubi2 masuk ke rekening kita? Lihat
SCAN BUKU TABUNGAN Rina terlampir.
Lumayan banget utk ukuran rina. Uang segitu mungkin udah
cukup utk beli rumah and mobil.
Rina yakin kita semua bisa kok mendapatkan income seperti
yg Rina dapatkan di atas. Kuncinya sih asal kita rajin aja
nyebarin link website replika kita ke teman2 kita, rekan
kerja, sodara, ke siapa saja, baik lewat email, milis2,
situs2 iklan, dll, kemudian TUNJUKKAN BUKTI SCAN BUKU
TABUNGAN para member yg telah sukses di program ini, atau
scan buku tabungan anda jika anda sudah mendapatkan income
yg lumayan di program ini, biasanya tidak terlalu sulit
meyakinkan teman2 kita utk bergabung (scan buku tabungan
para member bisa diambil/didownload di menu "Kesaksian" di
website diatas, atau bisa juga gunakan scan buku tabungan
rina terlampir. Jika anda sudah mendapatkan income lumayan
di program ini, anda juga bisa tunjukkan scan buku
tabungan anda ke teman2).
Website replika adalah website atas nama kita sendiri yg
kita dapatkan secara otomatis setelah keanggotaan kita
diaktifkan. Website replika rina adalah:
Setiap transaksi yg terjadi lewat website replika kita,
otomatis masuk rekening kita.
Tidak perlu kuatir pengembangan Program Program 5MILYAR
ini akan jenuh, karena pertumbuhan pengguna internet di
Indonesia yg mencapai 6 juta orang lebih per tahun jauh
lebih besar dibanding pertumbuhan peserta program ini.
Jadi program ini abadi, tidak akan ada istilah "member
terakhir" dalam program ini, karena akan selalu ada 6 juta
orang lebih pengguna baru internet tiap tahunnya yg
potensial utk jadi member.
RINA PUNYA TRIK2 / TIPS2 JITU agar bisa merekrut banyak
member berdasarkan pengalaman rina sendiri, gak banyak
orang yg tahu. Rina bisa share jika rekan2 bergabung lewat
account rina:
Segera gabung ya..
Sistemnya rina rasa sangat sederhana dan mudah dipahami,
informasi lengkap disini (silakan klik atau copy-paste
link berikut ke browser anda):
(website replika Rina, sukses123 adalah username Rina)
Mohon disebarkan juga informasi ini ke teman2 kita yg lain
yg sedang membutuhkan dana dlm jumlah yg besar.
Salam,
Rina
Rina Profile:
Join jadi member Friendster dulu, bisa lihat album foto
Rina
"UANG BUKAN SEGALANYA, TAPI SEGALANYA PERLU UANG"
NB:
Jika anda tidak punya akses internet di kantor/kampus,
silakan copy/tulis link berikut:
kemudian dibuka di rumah/warnet ya..
Untuk gambaran awal, silakan lihat overview program ini
terlampir.
*************************************************************************
KESAKSIAN MEMBER LAIN, PAK BAMBANG WIDJATMOKO DARI
SURABAYA:
Bisa Menguliahkan Anak dan Biaya Berobat Ibu yg Sakit
Dear webmaster program 5 milyar,
Saya ingin berterima kasih sekali kepada anda karena
dengan adanya program ini saya betul2 terbantu dalam
pemenuhan berbagai kebutuhan dana keluarga saya. Biaya ibu
berobat ke rumah sakit, biaya kuliah anak2, dan insya
Allah untuk biaya beli rumah yg lebih layak bulan depan
(mudah2an).
Awalnya saya kenal program ini, saya mendapat email dari
seorang teman (beda kantor). Ada program bisnis bagus nih,
katanya. Sistemnya sederhana, gampang dipahami, dan kalo
sabar bisa mendapatkan penghasilan lebih dari 5 milyar,
tambahnya lagi. Mendengar kata-kata 5 milyar, saya
berpikir skeptis, mana mungkin, batin saya, akhirnya saya
delete saja email tsb. Sekitar 4 bulan setelah itu, saya
mendapatkan email yg sama dari rekan yg berbeda. Dengan
semangat menggebu2 di emailnya dia bercerita kalo dalam
waktu sebulan dia bergabung, saldo di rekening BNI-nya
bertambah lebih dari Rp 100 juta. Saya berpikir, gak
mungkin dua orang sahabat baik saya berbohong tentang hal
yg sama terhadap saya. Lagi pula gak ada ruginya
bergabung, toh cuma 180 ribu saja, itu pun sudah dapat
produk berupa program bisnis. Akhirnya, iseng2 saya
gabung, tanpa harapan yg berlebihan. Kemudian saya
informasikan program ini lewat email, sms, mulut ke mulut,
dll ke sekitar 80 orang. Sebagian dari mereka ada yg saya
kenal dan ada juga yg tidak, setelah itu saya lupakan.
Sekitar 3 bulan setelah itu, waktu saya menyetor uang ke
bank (jumlahnya sekitar 500 ribu waktu itu), waktu buku
tabungan saya di-print saya menunggu lama sekali,
teller-nya bilang buku tabungan saya sudah tidak muat lagi
dan harus diganti dengan yg baru. Saya kaget, ada apa?
Rasanya dalam 3 bulan terakhir saya tidak melakukan
transaksi apa2. Begitu saya cek, di kolom kredit isinya 50
ribu dan 10 ribu banyak sekali dan di kolom saldo tercetak
angka 160 juta lebih dan jika ditambah dengan buku ke 2
totalnya ada 250 juta sekian. Sontak saya kaget, ini duit
begitu banyak dari mana? Setelah berpikir keras dan
melihat angka 50 ribu dan 10 ribu baru saya teringat
program 5 milyar yg saya pernah gabung dulu karena waktu
gabung saya juga mentransfer 50 ribu dan 10 ribu ke
beberapa orang.
Aduh maaak, terima kasih Tuhan, terima kasih webmaster.
Saya bisa kuliahkan anak dan membantu biaya berobat ibu
saya yg sakit dengan dana ini. Setelah itu saya betul2
percaya bahwa program bisnis ini bener2 bekerja. Sejak itu
saya mulai aktif mempromosikan program ini ke siapa saja,
lewat email, milis, sms, dll. Sekarang hasilnya sudah
lebih dari 500 juta masuk ke rekening bank saya. Sekali
lagi terima kasih webmaster program 5 milyar.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk melengkapi hidup Anda, kini telah hadirProtector Postpaid untuk Pelanggan Speedy hanya dengan Rp 8000/bulan,
layanan keamanan online yang dapat digunakan langsung saat menjelajahi internet, melindungi Anda dari Virus kapan saja
dan di mana saja.
Info lebih lanjut hubung atau
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Sekarang Gratis Nelpon SLJJ Flexi diperluas ke Yogja"
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Raih Paket Umroh, Notebook, XBOX, Ipod Touch dan banyak hadiah lain di
Netkuis Ramadhan 1430H persembahan Telkom
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Minggu, 17 Januari 2010
Pendidikan Agama Gagal?
(Pengasuh Pesantren Tebuireng)
Dua cendekiawan Islam menyatakan bahwa pendidikan agama (Islam) gagal. Musdah Mulia menyatakan hal itu berkaitan dengan pembakaran gereja di Bekasi. Haidar Bagir menyatakan, hal itu dikaitkan dengan kenyataan masih maraknya praktik korupsi.
Seorang kawan menanyakan kepada saya mengapa ada santri pesantren di Jombang yang tewas karena dikroyok oleh kawan-kawannya? Tersirat bahwa pertanyaan kawan itu juga mengandung sinyalemen atau gugatan bahwa pendidikan agama (Islam) telah gagal.
Musdah Mulia menyatakan bahwa orang tua, masyarakat, keluarga, tokoh agama, dan pemerintah tidak mengajarkan agama secara seluas-luasnya sehingga solidaritas antarumat beragama tidak terjalin dan berakibat sektarianisme masih terjadi. Apabila gereja dirusak, umat agama lain merasa bahwa itu bukan urusan mereka, padahal itu adalah urusan bersama.
Haidar Bagir menyatakan bahwa keislaman kita lebih pada urusan legal formalistik ketimbang pada pemikiran dan akhlak. Bagi Haidar, agama adalah akhlak. Puncak keberagamaan seseorang bukan dinilai dari ibadah atau dari akhlak. Dia tidak mengatakan bahwa akidah tidak penting, tetapi mengukur kuat-tidaknya akidah seseorang itu harus dari akhlak. Kalau orang keras dalam ber-Islam tapi masih menenggang korupsi, pasti akidahnya tidak benar.
Apakah betul pendidikan agama Islam gagal? Apakah hanya pendidikan agama Islam saja yang gagal? Apakah hanya pendidikan agama saja yang gagal? Apakah bukan dunia pendidikan kita yang gagal?
Menurut saya, pendidikan semua agama di Indonesia sampai pada batas tertentu telah gagal, bukan hanya pendidikan agama Islam. Pendidikan telah memperkenalkan nilai-nilai agama kepada anak didik, tetapi proses internalisasi yang menjadikan nilai itu sebagai sesuatu yang dihayati dan dipegang dalam kehidupan, tidak berjalan seperti yang kita harapkan.
Pendidikan kita telah gagal dalam membangun karakter anak bangsa. Awal 1970-an, Mohtar Lubis menulis tentang karakter negatif bangsa kita, yang tampaknya sampai sekarang substansi tulisan itu belum membaik, bahkan bisa jadi memburuk.
Indikatornya adalah beberapa fakta tindakan negatif yang muncul saat ini, tetapi belum ada pada saat itu, antara lain pengeroyokan anggota geng putri terhadap sesama pelajar putri. Juga, fakta adanya pengeroyokan oleh senior terhadap junior seperti dilakukan oleh mahasiswa STPDN dan beberapa lembaga pendidikan tinggi lainnya.
Pengeroyokan oleh beberapa polisi terhadap ahli sejarah UI beberapa minggu lalu juga menunjukkan bahwa pendidikan dalam sekolah kepolisian gagal. Dugaan kuat terlibatnya banyak perwira tinggi dan menengah dalam berbagai peristiwa pelanggaran berat HAM juga menjadi indikator dari lemahnya pendidikan untuk membentuk karakter dari akademi militer, yang notabene merupakan pendidikan yang paling selektif dan paling mahal di Indonesia.
Rendahnya etika jabatan dari aparat penegak hukum seperti yang kita baca di media, juga menunjukkan rendahnya mutu pembentukan karakter dan akhlak dalam pendidikan kedinasan lembaga penegak hukum. Perilaku banyak pengacara dalam perdagangan perkara di dalam proses peradilan kita, apa pun agamanya, menunjukkan bahwa banyak universitas terkemuka juga gagal dalam membentuk karakter anak bangsa.
Salah satu unsur utama dari akhlak atau karakter ialah kejujuran. Dan, kita harus berani mengakui bahwa kejujuran adalah sesuatu yang kian hari kian langka. Ada yang terpaksa tidak jujur. Misalnya, guru yang membantu siswa mengerjakan soal Ujian Nasional. Kalau si guru tidak membantu murid, angka kelulusan sekolahnya (swasta) akan rendah. Akibatnya, sekolah itu akan tutup.
Sekolah yang mutu gurunya tinggi (biasanya mahal), bisa melarang siswa nyontek dan menindak guru yang membiarkan pencontekan. Ada seorang kepala sekolah yang menyatakan bahwa di sekolahnya dalam ulangan tidak ada guru yang mengawasi, karena kalau ada siswa yang nyontek akan ada siswa lain yang melaporkannya.
Di sekolah tersebut ada kantin yang juga tidak ada penjaganya. Semua siswa mengambil makanan/minuman lalu membayar dan mengambil sendiri uang kembalinya. "Kantin kejujuran" dan ulangan tanpa diawasi seperti itu akan sangat bermanfaat dalam menanamkan kejujuran ke dalam diri siswa.
Kita perlu mendorong dua latihan kejujuran itu dilakukan oleh sekolah, tetapi jangan latah. Di Jawa Timur lebih dari 200 sekolah mencoba melakukannya dalam waktu singkat.
Saya khawatir hal itu dipaksakan sehingga menjadi massal tanpa melihat kelayakan dari program yang baik itu. Kita harus berhati-hati bertindak supaya masyarakat tidak kehilangan kepercayaan terhadap program yang baik itu.
Ada tulisan seorang guru sekolah Katolik tentang pengalaman mendidik kejujuran kepada muridnya. Dia bicara tentang pentingnya kejujuran dan menyatakan bahwa orang yang jujur akan menjadi orang yang beruntung. Para muridnya membantah pendapat guru itu dan kenyataan menunjukkan bahwa yang jujur akan buntung, tidak untung. Jadi, pengalaman di dalam masyarakat mendidik kita untuk tidak jujur dan tidak saling percaya.
Seorang ilmuwan yang mengambil S3 di Jepang menulis di koran tentang pengalamannya yang menunjukkan bahwa kejujuran muncul sangat nyata di dalam kehidupan masyarakat Jepang, padahal mereka tidak banyak bicara tentang agama. Dia menemani anaknya bermain-main di taman. Karena harus mengikuti anaknya, tanpa terasa tasnya tertinggal.
Setelah berjalan cukup jauh dan lama, dia baru sadar dan kembali untuk mengambil tas tersebut. Ternyata, tas tersebut sudah tidak ada. Dia mendatangi pos polisi di dekat taman itu untuk melaporkan masalahnya. Ternyata tasnya sudah ada di sana, diantarkan oleh seseorang yang menemukannya. Dia juga pernah alami ponselnya jatuh di bis kota. Saat mencoba mencari di kantor perusahaan operator bis kota, ponselnya ada di sana.
Masyarakat Jepang tampaknya sudah terbiasa berlaku jujur seperti itu. Mereka dididik untuk jujur oleh masyarakatnya. Di sana pun ternyata masih ada juga pejabat yang korupsi, tetapi yang korupsi itu umumnya akan mendapat hukuman, secara hukum atau moral.
Di Bali dulu ada kebiasaan bahwa di dalam suatu banjar kalau seseorang mencuri, dia akan dikucilkan dan tidak ada seorang pun akan mengajaknya bicara. Maka, masyarakat mendidiknya untuk jujur. Saya tidak tahu apakah tradisi yang begitu hebat masih bisa tetap bertahan.
Sedangkan di dalam masyarakat kita saat ini, mereka yang amat layak diduga telah melakukan korupsi tetapi tidak terkena tindakan hukum, ternyata masih dihormati masyarakat. Sikap masyarakat seperti itu akan lebih efektif merusak akhlak ketimbang pengajaran agama untuk membina akhlak yang lebih bersifat kognitif.
Jumat, 15 Januari 2010
Putri Cintiya added you as a friend on Facebook...
|
Rabu, 13 Januari 2010
Afandi Kusuma invited you to the event "Obral Jilbab..... Banting-banting harga "...
Event: Obral Jilbab..... Banting-banting harga
What: Retail
Start Time: Tomorrow, January 14 at 1:50pm
End Time: Sunday, February 14 at 4:50pm
Where: Dimana aza
To see more details and RSVP, follow the link below:
http://www.facebook.com/n/?event.php
Thanks,
The Facebook Team
___
This message was intended for you. Want to control which emails you receive from Facebook? Go to:
http://www.facebook.com/editaccount.php?notifications=1
Facebook's offices are located at 1601 S. California Ave., Palo Alto, CA 94304.